Ahok Rela Dipenjara Daripada Mundur dari Pilgub DKI Jakarta

Menanggapi aksi massa 4 November 2016 kemarin, calon petahana gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa dirinya adalah warga negara yang taat hukum.

Ia menyatakan tidak akan mundur dalam kapasitas sebagai gubernur Jakarta maupun peserta Pilgub Jakarta 2017.

“Saya jelas tidak bisa mundur dari Pilgub. Saya lebih ikhlas ditangkap dan dipenjara kalau terbukti bersalah secara hukum,” ungkap Ahok ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Ahok siap bila  Senin (7/11/2016) besok, Bareskrim Mabes Polri memanggilnya untuk melakukan pemeriksaan.

Menanggapi aksi massa 4 November 2016 kemarin, calon petahana gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa dirinya adalah warga negara yang taat hukum.

Ia menyatakan tidak akan mundur dalam kapasitas sebagai gubernur Jakarta maupun peserta Pilgub Jakarta 2017.

“Saya jelas tidak bisa mundur dari Pilgub. Saya lebih ikhlas ditangkap dan dipenjara kalau terbukti bersalah secara hukum,” ungkap Ahok ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Ahok siap bila  Senin (7/11/2016) besok, Bareskrim Mabes Polri memanggilnya untuk melakukan pemeriksaan.

Besok Senin tepat dua minggu, waktu yang dijanjikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengumpulkan bukti kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok.

“Kan memang Kapolri minta waktu dua minggu. Tentu sudah siap, kemarin kan saya sudah datang duluan,” ungkap Ahok.

Unjuk rasa besar-besaran digelar 4 November kemarin.

Pengunjuk rasa menuntut polisi segera memproses Ahok secara hukum karena diduga menistakan agama Islam.

Dua Minggu Selesai

Dalam aksi kemarin itu, pemerintah dan perwakilan peserta aksi akhirnya menemui kesepakatan.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengaku pemerintah akan tegas terhadap penanganan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Kita sudah berbicara dengan teman-teman yang wakil masalah yang luar biasa banyaknya. Kesimpulannya ialah dalam hal saudara Ahok, kita akan tegakkan dan laksanakan dengan hukum yang tegas,” ujar Jusuf Kalla kepada wartawan usai menerima perwakilan demonstran di Kantor Wakil Presien, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2016).

Jusuf Kalla mengatakan dalam pertemuan antara pemerintah dan perwakilan demonstran yang juga dihadiri oleh Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian itu, juga disepakati proses hukum atas kasus Ahok akan dipercepat.

“Oleh Kapolri dijanjikan selesai dalam dua minggu, pelaksanaan hukum yang cepat itu. Sehingga semua berjalan sesuai aturan tapi dengan tegas, itu saja,” ujar Jusuf Kalla.

Ada tiga perwakilan dari demonstran yang menemui Jusuf Kalla.

Satu diantaranya Ustaz Bachtiar Nashir yang dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa setelah pertemuan tersebut pihaknya mengharapkan proses hukum terhadap Ahok bisa berjalan dengan tegas.

 

kemunculan-pertama-ahok-usai-demo-4_20161105_181214

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *