anggota-dewan-perwakilan-daerah-republik_20150801_093124

Persoalan Pemkab Aceh Timur dengan PLN Dibahas di DPD RI

anggota-dewan-perwakilan-daerah-republik_20150801_093124

indopolitik.com– JAKARTA . Persoalan antara Pemda Aceh Timur dengan PLN Area Langsa dilaporkan dalam Rapat Kerja Komite II DPD RI, Senin (5/12) di Gedung DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rapat kerja tersebut membahas Peraturan Presiden No 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah.

Mewakili PT PLN, hadir Kepala Divisi Energi Baru dan Terbarukan PLN, Sah Darwin Siregar, bersama sejumlah pejabat lain dari lintas kementerian.

Dari Aceh Timur hadir Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Aceh Timur, Drs Fachrurrazi. Senator asal Aceh yang duduk di Komisi II, H Sudirman melaporkan hasil resesnya ke Aceh Timur beberapa waktu lalu mengenai persoalan antara Pemkab Aceh Timur dengan PLN Area Langsa.

“Tunggakan Pemkab Aceh Timur tiba-tiba menjadi 16 miliar. Sementara banyak lampu jalan yang mati. Konon menurut PLN Langsa, tunggakan ini sejak 2013. Ini kan aneh,” kata Sudirman.

Belum lagi, kata Sudirman, listrik di Aceh Timur hidup mati, hidup mati. Ini artinya lampu mati juga dibayar,” kata Sudirman. Drs Fachrurrazi menjelaskan, persoalan Pemkab Aceh Timur dengan PLN Kangsa sudah coba diselesaikan di daerah, tapi selalu buntu. “Inilah yang kemudian kita sampaikan ke PLN Pusat. Semiga ada solusinya,” kata Fachrurrazi.

Ia menjelaskan, pada 2013 Pemkab Aceh Timur harus membayar ke PLN 9 miliar, tahun berikutnya 2014 Rp 5,5 miliar, 2015 Rp 6,3 miliar, dan sampai Juni 2016 Rp 5,5 miliar. Sementara pemasukan daerah dari PLN pada 2013 hanya Rp 3,6 miliar, 2014 Rp 3,1 miliar, 2015 Rp 3,8 miliar, dan 2016 Rp 2,9 miliar.

“Trennya hutang Pemkab terus melonjak tiap tahun. Saat kita pertanyaakan, alasannya, PLN Langsa tidak bisa membeberkan datanya,” kata Fachrurrazi.

Seusai Rapat Kerja difasilitasi senator H Sudirman, Fachrurrazi lantas dipertemukan dengan Sah Darwin dari PLN Pusat. Fachrurrazi diminta melaporkan detail persoalan Aceh Timur kepada PLN Pusat, untuk kemudian ditelaah dan dipelajari kembali.

Haji Sudirman mengharapkan, kisruh Pemkab Aceh Timur dengan PLN Area Langsa bisa diselesaikan. “Rakyat kecewa dan mempertanyakan sikap PLN seperti itu. Saya sendiri akan kawal masalah ini sampai tuntas,” demikian H. Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *