apa-karya_20161220_084601

Pilkada 2017 – Bek Lagee Plah Trieng, Siblah Gilho Siblah Tarek

KANDIDAT gubernur Aceh dari jalur perseorangan, Zakaria Saman atau yang akrab disapa Apa Karya, meminta penyelenggara Pilkada Aceh, baik Komisioner Independen Pemilihan (KIP) maupun Panitia Pengawasan Pemilihan (Panwaslih) Aceh untuk tetap bersikap netral hingga pesta demokrasi berjalan sukses.

Ia juga meminta, aturan yang dibuat dan yang harus dijalankan oleh semua pasangan calon ini tidak merugikan satu sama lain dalam kontestasi Pilkada 2017. “Atoran bek dipeujeut-peujeut, bek sampe dipeuget atoran lagee plah trieng, siblah gilho siblah tarek. (Aturan jangan dibuat-buat, jangan buat aturan macam aturan belah bambu, sebelah diinjak, sebelah ditarik),” kata Apa Karya saat diwawancarai Serambi, Senin (19/12).

Menurut Apa Karya, apa yang disampaikannya adalah sebuah tamsilan kekinian yang harus dicermati betul oleh para pembuat aturan di negeri ini. Aturan yang berlaku, kata Apa, harus benar-benar adil dan berlaku sama rata dan tidak untuk kepentingan siapapun. “Kalau tidak paham, silakan pulang kampung, orang-orang tua kita di kampung pasti tahu maksudnya. Itu kata-kata orang Aceh, habis,” ujar Apa Karya.

Apa Karya juga mengapresiasi langkah Panwaslih Aceh yang telah mengeluarkan rekomendasi terkait polemik baliho milik pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid yang menggunakan foto almarhum Tgk Hasan Tiro. Tak hanya itu, terhadap rekomendasi untuk dirinya yang harus mengubah desain baliho karena dituding mirip dengan baliho Muzakir Manaf-TA Khalid, Apa Karya juga mengapresiasi betul.

Desain baru
Kepada Serambi, Apa Karya mengaku telah menyerahkan desain alat peraga kampanye (APK) terbaru untuk KIP Aceh untuk mengganti desain lama yang dituding mirip dengan desain baliho milik Muzakir Manaf-TA Khalid.

Kata Apa Karya, desain baru diserahkan tim pemenangannya satu minggu lalu, usai pihaknya dilapor ke Panwaslih oleh tim pemenangan Muzakir Manaf dan setelah Panwaslih mengeluarkan rekomendasi terkait hal itu.

Apa Karya menjelaskan, pada desain terbaru APK miliknya itu, tidak banyak mengalami perubahan. Tim pemenangannya hanya membuang garis putih yang selama ini melekat pada garis hitam, sebagaimana itu diklaim miliknya Partai Aceh (PA). “Yang lain tidak kita ubah, hanya garis putih yang kita buang. Garis hitam, latar merah, dan gambar tetap seperti biasa,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Apa Karya, desain APK miliknya itu tidak lagi menyerupai milik Muzakir Manaf-TA Khalid. “Nyan kon hana sama le, kalheuh tapinah gareh puteh. Nyan kalheuh diba bak KIP Aceh. (Itu kan tidak sama lagi, sudah kita buang garis putih dan desainnya sudah dibawah ke KIP Aceh),” tandas Apa Karya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *