b13c84a3-6e4c-4463-9bb3-df5b72f4cb81_169

Polda Metro Siap Kawal Aksi Bela Islam 2 Desember dengan Humanis

Jakarta – Polri dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) telah mencapai kesepakatan terkait aksi unjuk rasa ‘Bela Islam Jilid 3’ akan digelar di Monas. Polda Metro Jaya siap mengawal kegiatan tersebut dengan persuasif dan humanis.

“Untuk pengamanan demo, Polda Metro siap mengamankan aksi, kami yakin karena kan aksi unjuk rasa berupa zikir dan salat Jumat maka akan kami kawal dengan persuasif dan humanis,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes RP Argo Yuwono kepada detikcom, Senin (28/11/2016).

Meski GNPF MUI telah menyepakati aksi dilakukan di Monas, namun Polda Metro Jaya tetap akan melakukan pengamanan di beberapa titik, salah satunya jalur protokol Sudirman-Thamrin.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pada prinsipnya akan kita lakukan patroli, di beberapa tempat juga akan kita amankan, kita tempatkan personel juga,” imbuhnya.

Terkait jumlah pengamanan yang akan dikerahkan, Argo mengatakan pihaknya masih akan melakukan pendataan. Personel pengamanan akan disesuaikan dengan jumlah massa yang akan ikut dalam aksi tersebut.

“Personel belum, nanti akan dihitung oleh Biro Operasi karena masing-masing Polres juga masih mendatakan berapa massa yang akan ikut, belum fix,” imbuhnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada GNPF MUI karena telah mencapai kesepakatan win-win solution terkait aksi 2 Desember nanti. GNPF MUI menyepakati aksi tersebut digelar di Monas, tidak di Sudirman-Thamrin.

“Alhamdulilah dicapai kesepakatan yaitu ada beberapa aternatif di antaranya di Istiqlal dan di lapangan Monas. Istiqlal problemnya ada bottle neck ke gerbang yang dapat membahayakan, sehingga dicapai kesepakatan di Monas, mulai pukul 08.00-13.00 WIB yang diisi dengan kegiatan keagamaan, zikir tausiah dan diakhiri salat Jumat bersama,” terang Tito di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakpus, siang tadi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua GNPF MUI KH Muhammad Rizieq Shihab atau Habib Rizieq mengatakan, pihaknya memang sebelumnya memaksakan untuk menggelar aksi di Sudirman-Thamrin, dengan pertimbangan apabila kegiatan ibadah itu digelar di Masjid Istiqlal dapat membahayakan keselamatan. Banyaknya massa yang akan ikut bergabung dalam aksi Bela Islam jilid 3 itu, dikhawatirkan terjadi kecelakaan ketika massa keluar masjid saling berebutan.

“Setelah dialog cukup panjang, akhirnya dicapai kesepakatan yang baik untuk keamanana dan baik juga untuk keselamatan jiwa peserta aksi bahwa akan dilaksanakan di Monas,” tutur Rizieq.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *