8 Tahun Kasus Vina Cirebon Terungkit Kembali, Kriminolog: Pengadilan Harus Terbuka

8 Tahun Kasus Vina Cirebon Terungkit Kembali, Kriminolog: Pengadilan Harus Terbuka

JAKARTA – Kriminolog Adrianus Meliala berkomentar mengenai perkara pembunuhan lalu pemerkosaan dengan korban Vina kemudian Ecky, pada tahun 2016 yang mana terungkit kembali. Ia menilai, persoalan hukum ini menimbulkan klaim banyak pihak tak ringan dapat dipercaya.

Terbaru, polisi telah dilakukan menangkap terdakwa yang mana berubah menjadi DPO sejak enam tahun silam dengan nama Pegi Setiawan alias Perong. Dalam hal ini polisi juga menghapus dua dari tiga nama DPO yang sebelumnya sudah disebar.

“Dengan kata lain, agak susah bagi khususnya kami pihak yang berubah menjadi pengamat percaya pada salah satu pihak. Dalam hal ini mohon maaf untuk ibu kemudian pengacara (Pegi), maupun terhadap pihak lain, pihak kepolisian,” kata Adrianus pada inisiatif Rakyat Bersuara yang tersebut ditayangkan iNews TV, Selasa (28/5/2024).

Sebab kata dia, delapan tahun merupakan waktu yang dimaksud panjang bagi para pihak untuk mengembangkan teori serta alibinya masing-masing.

“Masalahnya begini, delapan tahun itu telah merupakan waktu yang cukup bagi semua pihak untuk tanda kutip belajar mengembangkan teori, mengembangkan alibi, mengembangkan apa yang dilakukan,” ungkap dia.

Oleh lantaran itu menurutnya, pengadilan harus bisa saja membuka lebar persidangan ini. Hal ini khususnya alat-alat bukti yang akan ditampilkan di persidangan.

“Kami berharap kompetisi pengadilan menjadi event yang terbuka pada rangka mengakses tentang kualitas bukti tersebut,” tutupnya.

Artikel ini disadur dari 8 Tahun Kasus Vina Cirebon Terungkit Kembali, Kriminolog: Pengadilan Harus Terbuka

CATEGORIES
TAGS
Share This