Dipanggil KPK Soal LHKPN, Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Miliki Harta Rp6,3 Miliar

Dipanggil KPK Soal LHKPN, Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Miliki Harta Rp6,3 Miliar

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil mantan Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean, pekan depan. Pemanggilan ini terkait klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Mengutip laman elhkpn.kpk.go.id, kekayaan Rahmady tercatat Rp6.395.090.149 (Rp6,3 miliar). Jumlah yang disebutkan terbagi bermetamorfosis menjadi dua bidang tanah kemudian bangunan yang digunakan berlokasi dalam Surakarta serta Semarang dengan nilai Rp900 juta.

Kemudian, alat transportasi juga mesin yang digunakan terdiri dari mobil Hardtop Jeep tahun 1981, motor Honda tahun 2017, lalu mobil Honda CRV tahun 2017 yang dimaksud nilai dari tiga kendaraan yang dimaksud Rp343 juta.

Rahmady juga tercatat memiliki harta melakukan aksi lainnya dengan nilai Rp3.284.000.000 (Rp3,2 miliar), surat berharga Rp520 juta, kas kemudian setara kas Rp645.090.149 (Rp645 juta), dan juga harta lainnya Rp703 juta.

Dalam LHKPN tersebut, Rahmady bukan tercatat miliki utang.

Sebelumnya, KPK akan memanggil mantan Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean. “Yang Purwakarta kita sudah ada keluarkan surat tugasnya dan juga mungkin saja minggu depan akan diundang untuk klarifikasi,” kata Deputi Pencegahan dan juga Monitoring KPK Pahala Nainggolan, hari terakhir pekan (17/5/2024).

Pemanggilan yang dimaksud merupakan buntut dilaporkannya yang mana bersangkutan sebab mampu meminjami uang lebih lanjut besar dari yang tersebut tercatat ke LHKPN-nya.

“Makanya hartanya Rp6 miliar tapi kok dilaporkan ia memberikan pinjaman sampai Rp7 miliar kan nggak masuk akal,” ujarnya.

“Jadi kita klarifikasi. Nanti kita kasih tahu hasilnya apa kira-kira. Tapi, ini sekali lagi dampak dari harta dalam bentuk saham dalam perusahaan lain,” sambungnya.

Perlu diketahui, Bea Cukai memutuskan mencopot Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean (REH). Hal ini pasca hasil pemeriksaan internal Bea Cukai menemukan indikasi terjadinya benturan kepentingan lalu penyalahgunaan wewenang.

“Pencopotan REH dari jabatannya kami lakukan sejak Kamis, 9 Mei 2024 guna membantu kelancaran pemeriksaan internal berhadapan dengan dugaan pelanggaran yang tersebut dijalankan yang digunakan bersangkutan. Dari hasil pemeriksaan internal kami, setidaknya didapati ada indikasi benturan kepentingan kemudian kemungkinan penyalahgunaan wewenang,” kata Direktur Komunikasi lalu Bimbingan Konsumen Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto.

Artikel ini disadur dari Dipanggil KPK Soal LHKPN, Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Miliki Harta Rp6,3 Miliar

CATEGORIES
TAGS
Share This