Direktur Eksekutif Pemuda Perindo Bicara Kebijakan Tapera: Tahapan Penderitaan Rakyat

Direktur Eksekutif Pemuda Perindo Bicara Kebijakan Tapera: Tahapan Penderitaan Rakyat

JAKARTA – Direktur Eksekutif DPP Pemuda Perindo , Iqnal Shalat Sukma Wibowo merespons kebijakan potongan Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera ) lewat Peraturan pemerintahan (PP) Nomor 21 Tahun 2024. Ia mengumumkan kebijakan itu justru menimbulkan rakyat sengsara.

“Tanggapan pertama Tapera ini lebih banyak ke arah bukanlah tabungan, jadi ini tahapan menyengsarakan rakyat,” kata Iqnal pada waktu diwawancara, Selasa (4/6/2024).

Iqnal bertanya-tanya sampai kapan kebijakan memotong upah sebesar 3% itu mampu memenuhi nilai rumah. Apalagi, biaya rumah juga bergabung naik seiring berjalannya waktu.

“Kalau seandainya penghasilan saya Rp10 jt dipotong 3% itu Rp300.000 per bulan, dikali per tahun itu Rp3.600.000, terus harus dikalikan berapa untuk mendapatkan rumah? Contoh 100 tahun baru Rp360 jt sedangkan rumah itu naik terus,” katanya.

Menurutnya, pemerintah lebih lanjut baik memaksimalkan kegiatan rumah subsidi. Kebijakan potongan Tapera sebesar tiga persen menurutnya juga memberatkan mengingat potongan bagi para pekerja telah banyak.

“Jadi menurut saya pemerintah sudah ada punya produknya rumah subsidi, itu yang dimaksud dimaksimalkan,” tutupnya.

Artikel ini disadur dari Direktur Eksekutif Pemuda Perindo Bicara Kebijakan Tapera: Tahapan Penderitaan Rakyat

CATEGORIES
TAGS
Share This