Ditolak Turki Jadi Anggota NATO, Swedia Dan AS Sepakati Kerja Sama Militer Untuk Hadapi Rusia

Ditolak Turki Jadi Anggota NATO, Swedia Dan AS Sepakati Kerja Sama Militer Untuk Hadapi Rusia

Sejak pecah perang Rusia versus Ukraina, Swedia berusaha untuk menanggalkan statusnya sebagai negara netral, yakni dengan mengajukan permohonan untuk bergabung sebagai anggota NATO. Namun, niat Swedia bergabung dengan NATO mendapat penolakan dari Turki. Penolakan dari Turki membuat cemas Stockholm, pasalnya Swedia tak punya sandaran aliansi pertahanan, sementara negeri Skandinavia tersebut berpotensi konflik dengan Rusia.

Sebagai catatan, Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan bahwa negaranya tidak akan menyetujui Swedia bergabung dengan NATO hingga negara itu berhenti melindungi kelompok yang dianggap Ankara sebagai teroris. Turki telah berulang kali meminta Swedia untuk mengambil langkah terhadap Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan jaringan kelompok yang bertanggungjawab dalam upaya kudeta pada tahun 2016 di Ankara. Sebab kedua kelompok itu dianggap oleh Turki sebagai organisasi teroris dan meminta Swedia berhenti melindungi mereka.

Dengan adanya masalah di atas, Swedia berusaha melobi Amerika Serikat, dan kemudian tercapai kesepakatan kerja sama pertahanan bilateral yang bernilai srategis, dan sedikit banyak bisa membuat tenang Stockholm bila suatu waktu terlibat perang dengan Rusia.

Dikutip Business Insider – businessinsider.com (18/12/2023), disebut kesepakata tersebut memberi militer AS ‘akses tanpa hambatan’ ke pangkalan-pangkalan militer Swedia – termasuk pos terdepan di jantung Eropa utara.

Pada tanggal 6 Desember 2023, AS dan Swedia menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan yang secara signifikan akan memperkuat hubungan militer mereka dan meningkatkan kehadiran AS di kawasan penting di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia.

Perjanjian tersebut memberi pasukan AS akses ke beberapa pangkalan dan fasilitas di Swedia, yang memungkinkan AS untuk menempatkan peralatan tempurnya di negara tersebut, dan menetapkan kondisi di mana pasukan AS yang dikerahkan ke Swedia akan beroperasi. Hal ini akan memungkinkan pasukan AS untuk bereaksi dengan cepat terhadap krisis di wilayah Skandinavia.

“Perjanjian ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kami tetap berkomitmen untuk mengatasi tantangan keamanan bersama,” kata Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson. Meski tidak disebutkan secara eksplisit dalam perjanjian tersebut, Jonson mengatakan tidak ada senjata nuklir AS yang akan disimpan di Swedia.

Menurut perjanjian tersebut, AS akan menerima akses tanpa hambatan dan penggunaan 17 fasilitas militer Swedia, lima di antaranya adalah pangkalan udara dan satu lagi adalah pelabuhan. Empat dari fasilitas tersebut, termasuk dua pangkalan udara, berada di dalam Lingkaran Arktik, tempat militer AS dan sekutu NATO-nya menghabiskan lebih banyak waktu dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah fasilitas Swedia lainnya yang akan mendapat akses AS terletak di sepanjang Laut Baltik. Saint Petersburg di Rusia dan eksklave Kaliningrad juga berbatasan dengan laut, namun sisa garis pantainya diduduki oleh anggota NATO – Finlandia, Estonia, Lituania, Latvia, dan Polandia – sehingga Baltik digambarkan sebagai “danau NATO .” Fasilitas Swedia yang paling penting adalah yang ada di sekitar Visby di Pulau Gotland.

Jika terjadi perang, pasukan di Gotland dapat mendukung Baltik dan Polandia, menekan Kaliningrad, dan membatasi aktivitas angkatan laut Rusia di Baltik. Sebaliknya, jika Rusia merebut pulau tersebut, mereka akan lebih mengisolasi negara-negara Baltik dan menekan kapal-kapal sekutu, sehingga menghalangi kebebasan bergerak NATO di wilayah tersebut.

Lokasi Gotland menjadikannya sangat penting secara militer. Selama latihan di sana pada tahun 2017, panglima Angkatan Darat AS di Eropa pada saat itu mengatakan kepada garnisun Swedia di pulau itu bahwa mereka mempunyai “tugas yang sangat penting secara strategis di sini. Saya rasa tidak ada pulau lain yang lebih penting di mana pun.”

CATEGORIES
TAGS
Share This