Enam GM UBPPM Antam dari Masa ke Masa Jadi Tersangka Kasus Tata Kelola Komoditi Emas

Enam GM UBPPM Antam dari Masa ke Masa Jadi Tersangka Kasus Tata Kelola Komoditi Emas

JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan enam dituduh persoalan hukum dugaan korupsi tata kelola komoditi emas tahun 2020-2021. Keenam terperiksa adalah General Manager Unit Bisnis Pengelolaan lalu Pemurnian Lokamulia atau UBPPLM PT Antam dari masa ke masa.

Direktur Jampidsus Kejaksaan Agung Kuntadi mengatakan, pihaknya hari ini memeriksa banyak saksi. Dari hasil pemeriksaan enam warga memenuhi bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.

“Berdasarkan keterangan saksi kemudian alat bukti yang dimaksud telah dilakukan kami kumpulkan, maka tim penyidik menetapkan 6 pemukim saksi sebagai tersangka,” kata Kuntadi, Rabu (29/6/2024).

Keenam warga yang dimaksud ditetapkan terperiksa adalah General Manager Unit Bisnis Pengelolaan serta Pemurnian Lokamulia atau UBPPLM PT. Antam pada periode kurun waktu 2010-2021. Mereka berisinial TK (periode 2010-2011), HN (periode 2011-2013), DM (periode 2013-2017), AH (periode 2017-2019), MAA (periode 2019-2021), serta ID (periode 2021-2022).

Para terdakwa selaku General Manager Unit Bisnis Pengelolaan juga Pemurnian Lokamulia atau UBPPLM PT Antam diduga telah lama menyalahgunakan kewenangan. Para dituduh melakukan aktivitas secara ilegal terhadap jasa manufaktur yang mana seharusnya terdiri dari kegiatan peleburan, pemurnian, lalu pencetakan logam mulia.

“Namun yang bersangkutan secara berhadapan dengan hukum serta tanpa kewenangan telah dilakukan melekatkan logam mulia milik swasta dengan merek LM Antam. Padahal para terdakwa ini mengetahui bahwa pelekatan merek LM Antam ini tak mampu dijalankan secara sembarangan, melainkan harus didahului dengan kontrak kerja lalu ada perhitungan biaya yang digunakan harus dibayar oleh sebab itu merek ini merupakan hak eksklusif dari PT Antam,” jelasnya.

m

Akibat perbuatan para tersangka, pada periode yang dimaksud telah terjadi tercetak logam mulia dengan beragam ukuran beberapa orang 109 ton. Kemudian logam mulai dengan cetakan LM Antam yang dimaksud diedarkan dalam pangsa secara bersamaan dengan logam mulia barang PT Antam yang resmi.

“Sehingga logam mulia yang mana bermerek secara ilegal ini telah terjadi mengerus pangsa dari logam mulia milik PT Antam, sehingga kerugiannya berubah menjadi berlipat-lipat lagi,” jelasnya.

Setelah direalisasikan pemeriksaan kesehatan, dari enam terdakwa tersebut, empat dari enam dituduh lakukan tindakan penangkapan untuk kepentingan penyidikan. HN, MA, dan juga ID ditahan di dalam Rutan Salemba Kejagung, serta TK di dalam Rutan Pondok Bambu, DKI Jakarta Timur. Sementara dua terperiksa lain tidak ada ditahan dikarenakan terperiksa berinisial DM juga AH sedang menjalani penjara untuk perkara lain.

Para terdakwa dijerat dengam ketentuan Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 juncto pasal 18 langkah pidana korupsi, junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Artikel ini disadur dari Enam GM UBPPM Antam dari Masa ke Masa Jadi Tersangka Kasus Tata Kelola Komoditi Emas

CATEGORIES
TAGS
Share This