Gerakan Ganjar Bakal Bentuk Tim Investigasi Dana Kampanye

Gerakan Ganjar Bakal Bentuk Tim Investigasi Dana Kampanye

Indopolitik.com – Jakarta – Relawan Gerakan Ganjar yang merupakan pendukung pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Ganjar Budianto Tarigan di acara Pengukuhan Pengurus Gerakan Ganjar DPD DKI Jakarta dan Diskusi Publik “Urgensi Akuntabilitas Dana Kampanye”, Rabu (27/12/2023).
Menurut Budi, tranparansi dana kampanye merupakan urgensi untuk menuju Pemilu bersih dan kredibel. “Apalagi, belakangan ini ramai di media massa ada dugaan dana illegal yang menyusup ke dana kampanye pasangan Capres tertentu,” ujar Budi. Dia juga mengingatkan, penggunaan dana illegal dan money politic tersebut, jika terbukti bisa mendiskualifikasi pasangan calon.
Semementara itu Arief Nur Alam, Ketua Indonesia Budget Center, menegaskan money politic yang terstruktur, sistematis dan masif bisa dijatuhi hukum diskualifikasi. Arief yang didapuk menjadi salah satu pembicara menyebutkan sejumlah titik rawan penyimpangan dana kampanye yang lazim terjadi setiap pemilu.

Dia mengupas dimensi politik uang dalam Pemilu yang meliputi pembelian calon (candidacy buying) dana kampanye, pembelian suara (vote buying), politik kebijakan anggaran. “Politik birokrasi dan politisasi penyelenggara,” tandasnya.
Kennorton Hutasoit, pendiri Perhimpunan Pemilih Indonesia, menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam mengawasi dana kampanye. Dia mengajak publik untuk aktif di media sosial untuk melaporkan kejanggalan dan penyimpangan dana kampanye. “Cara ini lebih efektif, jika dibanding melalui proses formal yang bertele-tele dan ujungnya kerap tidak jelas,” ujar jurnalis investigasi salah satu stasiun TV Swasta ini.

Ajakan para pembicara ini disambut oleh A Wibi Wibawanto yang mewakili Tim Pemenangan Daerah (TPD) DKI Jakarta Ganjar-Mahfud. Menurut dia, TPD siap memfasilitasi rencana pembentukan tim investigasi danakampanye Pemilu 2024 ini. “Tim saksi TPD siap untuk berkolaborasi untuk membongkar kecurangan Pemilu, termasuk penyalahgunaan dana kampanye. Baik dari sumber dana, maupun penggunaannya,” ujar Caleg DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan dari Dapil Jakarta Pusat.
Kolaborasi Relawan, TPD yang disupport kalangan LSM dan masyarakat diharapkan mampu bekerja secara sistrematis dan terstruktur untuk membongkar kecurangan-kecurangan Pemilu, terutama money politik yang menggunakan dana haram. ***

CATEGORIES
TAGS
Share This