#
Indonesia dan AS Pertajam Naluri Tempur Operasi Militer Gabungan Persiapan Hadapi China di Natuna Utara

Indonesia dan AS Pertajam Naluri Tempur Operasi Militer Gabungan Persiapan Hadapi China di Natuna Utara

Indonesia dan AS tengah melakukan latihan perang Garuda Shield 2023.
AS mengirim total 2.100 prajurit ke Indonesia dalam latihan ini.

Nantinya AS dan Indonesia akan mensimulasikan berbagai latihan operasi militer di Garuda Shield 2
Latihan AS dan Indonesia di Garuda Shield 2023 menjadi ajang terbesar yang diselenggarakan di kawasan Asia Pasifik saat ini.

Hal ini menandakan AS melihat Indonesia amat penting dalam upayanya membendung klaim Nine Dash Line China.

“Perhelatan Super Garuda Shield, sebuah ajang latihan bersama dengan skala cukup besar antara TNI dan militer negara-negara sahabat di kawasan Indo Pasifik, kembali digelar di Indonesia dan menjadi latihan multinasional terbesar yang diselenggarakan di Indonesia.

Latihan ini diselenggarakan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) 5 Marinir Karang Tekok, Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Lapangan Grati Banyuwangi, Lanud Juanda, Bengko Alas, Dodiklatpur Kodam V/Brawijaya, dan Desa Sumber Rejo,” jelas TNI pada 31 Agustus 2023.
Bagi AS, Garuda Shield amat penting posisinya.

Mereka menyatakan Garuda Shield sebagai wujud pandangan yang sama antara Indonesia dan AS dalam Indo Pasifik yang Bebas dan Terbuka.

“Latihan ini terus memperkuat Kemitraan Pertahanan Utama AS-Indonesia dan memajukan kerja sama dalam mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” jelas Kedutaan Besar AS untuk Indonesia.

Latihan gabungan skala besar ini menyita perhatian media internasional.

Borneo Bulletin melaporkan jika Garuda Shield 2023 memastikan stabilitas kawasan Indo Pasifik.

“Ribuan tentara Indonesia dan Amerika memulai latihan gabungan selama dua minggu kemarin, bergabung dengan sekutu dari lima negara dalam latihan yang bertujuan untuk memastikan stabilitas di kawasan Asia-Pasifik,” ungkapnya.

Jika ditilik dari skalanya memang Garuda Shield 2023 paling besar.

Ada total 19 negara termasuk Indonesia ikut dalam latihan ini.

Australia, Jepang, Singapura, Prancis, Inggris, AS dan Indonesia lah yang menerjunkan pasukan dalam latihan ini.

Sementara negara lainnya mengirim pengamat.

Materi latihan tempur Garuda Shield 2023 meningkat dibanding edisi sebelumnya.

Uniknya semua peserta latihan akan melakukan operasi militer gabungan untuk meningkatkan interoperabilitas.

“Pelatihan mencakup pertukaran akademis ahli dan lokakarya pengembangan profesional, simulasi komando dan kendali, latihan amfibi, operasi lintas udara (airborne operations), latihan perebutan pangkalan udara, serta pelatihan lapangan gabungan dengan latihan menembak senjata sebagai puncaknya,” jelas Kedutaan Besar AS untuk Indonesia.

Operasi militer gabungan jamak dilakukan Sekutu dan NATO selama ini.

“Latihan pos komando akan berfokus pada tugas-tugas staf perencanaan misi dalam kerangka militer gabungan.

Latihan lapangan akan melibatkan unsur-unsur kekuatan batalion dari masing-masing negara yang melatih keterampilan berperang untuk meningkatkan interoperabilitas dan kapasitas operasi gabungan,” ungkapnya.

Tentu Garuda Shield 2023 antara AS Indonesia dan negara lainnya mendapat perhatian China karena klaim mereka di Natuna Utara.

CATEGORIES
TAGS
Share This