Kejari Jakbar musnahkan barang bukti hasil perampasan perkara

Kejari Jakbar musnahkan barang bukti hasil perampasan perkara

IndoPolitik.com – kita musnahkan sesuai dengan prosedur tetap 

Jakarta – Kejaksaan Negeri DKI Jakarta Barat (Kejari Jakbar) memusnahkan berbagai jenis barang bukti yang tersebut berasal dari penanganan perkara periode Agustus-Desember 2023, Rabu.

  Kepala Kejari Jakbar Hendri Antoro mengatakan  barang bukti yang dimusnahkan yang disebutkan sekitar 7,5 killogram narkotika, uang palsu, senjata tajam, dan juga barang bukti rampasan lainnya merupakan tanggung jawab pihaknya terhadap masyarakat menghadapi perintah undang-undang.

  "Ada narkotika, ada barang bukti dari kriminal umum, senjata tajam, kemudian ada uang palsu, narkotika dengan segala turunannya yang tersebut kita musnahkan sesuai dengan prosedur tetap  (protap)," kata Kepala Kejari Jakbar, Hendri Antoro pada jumpa pers di tempat Jakarta, Rabu.

  Hendri mengungkapkan bahwa beberapa orang barang bukti yang digunakan dimusnahkan merupakan barang rampasan dari 152 perkara kriminal umum juga 194 perkara narkotika.

  "Jadi total perkaranya itu kriminal umum 152 perkara, narkotika 194 perkara. Itu jumlahnya. Dari perkara-perkara ini yang tersebut telah inkrah (berkekuatan hukum tetap) sepanjang 2023," kata Hendri.

  Barang bukti hasil perampasan tersebut, lanjut Hendri, merupakan penyisihan dari barang bukti yang tersebut telah dimusnahkan penyidik Kejari Jakbar sebelumnya.

  "Ini hasil penyisihan semata dari total yang dimaksud sudah ada dimusnahkan oleh bapak penyidik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang dimaksud ada," ujar Hendri.

  Sementara untuk tahun 2024, kata Hendri, belum ada perkara yang digunakan selesai dieksekusi.

  "Kalau 2024 tentu oleh sebab itu ini masih tanggal pada awal betul, belum ada perkara 2024 yang mana selesai dieksekusi. Hal ini semuanya sisa dalam pelaksanaan 2023," kata Hendri.

 

Kepala Kejaksaan Negeri Ibukota Barat (Kejari Jakbar) , Hendri Antoro di jumpa pers pemusnahan berbagai jenis barang bukti dari penanganan perkara periode Agustus-Desember 2023, Rabu (17/1/2024). ANTARA/Risky Syukur

 
  Ia menegaskan semua perkara mesti selesaikan, baik untuk pelaku dan juga barang bukti yang tersebut berhasil diamankan.

  "Bahwa semua perkara harus ada akhirnya (ending). Untuk terpidana sudah ada dijalankan eksekusi pidana badannya. Nah ini untuk barang bukti yang tersebut sudah ada dirampas ini sebagai ending dari barang bukti yang mana ada," kata Hendri.

CATEGORIES
TAGS
Share This