#
Kejari Jakbar selesaikan 62 persoalan hukum hukum gunakan keadilan restoratif

Kejari Jakbar selesaikan 62 persoalan hukum hukum gunakan keadilan restoratif

IndoPolitik.com – salah satu persyaratan diselesaikannya perkara berdasarkan keadilan restoratif adalah adanya kesepakatan damai antara pelaku serta korban

Jakarta – Kejaksaan Negeri Ibukota Indonesia Barat (Kejari Jakbar) menyelesaikan 62 tindakan hukum hukum dengan menggunakan  keadilan restoratif atau penyelesaian melalui mediasi selama 2023.

"Tahun 2023 belaka kita menyelesaikan perkara secara restorative justice sebanyak 62 perkara," kata Kepala Kejari Jakbar Hendri Antoro  di tempat Jakarta, Rabu.

Hendri mengungkapkan penyelesaian perkara berdasarkan keadilan restoratif dilaksanakan apabila memungkinkan secara peraturan yang berlaku.

"Kalau ini perkara dewasa yang tersebut memang sebenarnya sudah pernah diatur berdasarkan peraturan kejaksaan yang dimaksud memungkinkan untuk diselesaikan secara restoratif," kata Hendri.

Ia menyatakan salah satu ketentuan diselesaikannya perkara berdasarkan keadilan restoratif adalah adanya kesepakatan damai antara pelaku lalu korban.

"Contohnya misalnya perkara yang dimaksud kerugiannya minim. Penganiayaan yang digunakan ringan yang mana kedua belah pihak telah lama setuju untuk berdamai kemudian adanya pemulihan. Kata kuncinya adalah pemulihan. Korban itu sudah dipulihkan. Kalau sakit ya kemungkinan besar ada uang untuk memeriksakan ia sampai sembuh," kata Hendri.

Kemudian, lanjut dia, apabila perkaranya penipuan, maka banyak kerugian korban sudah pernah dikembalikan oleh pelaku.

"Kalau kecurangan atau pencurian telah dilakukan dikembalikan sebagian kerugian yang dimaksud dialami oleh korban, seperti itu," kata Hendri.

Hendri menegaskan bahwa pada dasarnya keadilan restoratif dipilih oleh sebab itu adanya pemulihan kerugian korban juga kesepakatan kedua belah pihak.

"Semuanya adalah adanya pemulihan lalu kesepakatan kedua belah pihak," ucap Hendri.

Namun, lanjut dia, keadilan restoratif tidaklah diterapkan untuk perkara-perkara besar.

"Tapi tentu tiada untuk perkara-perkara yang tersebut besar," kata Hendri.

CATEGORIES
TAGS
Share This