KPU belum mengambil keputusan status Ratu Wulla caleg NasDem yang mana mundur

IndoPolitik.com – Ibukota – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI belum memutuskan status dari caleg Partai NasDem area pemilihan (dapil) NTT II Ratu Ngadu Bonu Wulla yang mana mundur pasca suaranya resmi ditetapkan di dalam tingkat nasional.

"Belum kita memutuskan yang dimaksud levelnya masih hasil pilpres terdiri dari perolehan suara. Jadi, untuk pilpres anggota DPR, DPRD provinsi, dan juga DPRD kabupaten kota hasil pemilunya ada 3, yaitu perolehan suara," ujar Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari pada Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan KPU masih mengantisipasi kebijakan sengketa hasil pilpres di dalam Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, KPU mengawaitu adanya kemungkinan sengketa MK.

Kemudian, KPU melanjutkan ke tahap penetapan perolehan kursi. Menurut Hasyim, calon anggota legislatif yang digunakan berhak menduduki kursi adalah merek yang mana meraih pendapat terbanyak dalam dapilnya.

"Setelah mendapatkan konfirmasi dari Mahkamah Konstitusi apakah ada sengketa atau tidak, baru melaju ke tahap ketiga yaitu penetapan perolehan kursi, kata-kata dikonversi menjadi kursi," jelasnya.

Sampai pada waktu ini proses rekapitulasi penghitungan pendapat Pemilihan Umum 2024 tingkat nasional masih berlangsung. KPU mempunyai batas waktu untuk mengumumkan hasil perolehan pendapat hingga 20 Maret 2024.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menerima surat pengunduran diri Ratu Ngadu Bonu Wulla yang digunakan disampaikan saksi dari Partai NasDem terhadap Anggota KPU RI August Mellaz yang digunakan sedang menjadi pemimpin "Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Derajat Nasional" panel B.

"Baik, terima kasih untuk saksi dari Partai NasDem. Tentu, suratnya kami terima. Nanti kami akan pelajari sendiri," kata Mellaz di tempat Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (12/3).

Mellaz lantas menekankan bukan akan menyampaikan substansi dari surat pengunduran diri yang dimaksud pada forum rekapitulasi.

"Kami juga tak akan komunikasikan dalam forum ini substansi-nya apa oleh sebab itu yang dimaksud pasti ini kan prosesnya memang benar rekapitulasi penghitungan perolehan pernyataan untuk pemilu, baik Presiden-Wakil Presiden, DPR serta DPD untuk Provinsi NTT," ujarnya.

Sementara itu, saksi dari Partai NasDem menyatakan bahwa surat pengunduran diri yang dimaksud merupakan surat dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

"Saya ingin menyampaikan ada surat dari Ketua Umum Partai NasDem pada KPU serta juga nanti ditembuskan terhadap Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) RI terkait dengan pengunduran diri calon anggota legislatif nomor urut 5 di dalam NTT II," tutur saksi tersebut.

Saksi dari Partai NasDem menjelaskan alasan pengunduran diri Ratu Ngadu Bonu Wulla adalah sesuai dengan kehendak yang dimaksud bersangkutan.

"Alasan pengunduran diri sesuai dengan kehendak yang tersebut bersangkutan serta dalam melawan meterai. Dan untuk itu dikarenakan suratnya ke KPU RI, saya tiada berhak untuk membacakan, juga lampiran-nya juga ada di area dalamnya. Dengan demikian perlu kami ungkapkan pada forum terbuka ini bahwa calon anggota legislatif Partai NasDem nomor urut 5 Dapil NTT II menyatakan mengundurkan diri," ucapnya.

Berdasarkan rekapitulasi yang disahkan KPU RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla yang digunakan merupakan legislator DPR RI periode 2019-2024 meraih 76.331 suara.

Anggota Komisi IX DPR RI yang dimaksud memperoleh ucapan terbanyak dibandingkan enam calon lainnya dari Partai NasDem di tempat Dapil NTT II. Sementara itu, di dalam kedudukan kedua ditempati caleg nomor urut 1, yakni mantan Gubernur NTT periode 2018-2023 Victor Bungtilu Laiskodat yang dimaksud mendapatkan 65.359 suara.

Secara keseluruhan Partai NasDem juga caleg-nya meraih 207.732 suara, meliputi 10.831 orang yang digunakan memilih partai-nya saja.

CATEGORIES
TAGS
Share This