Laut Merah Memanas, Iran Pamer Rudal Jelajah Anti Kapal “Abu Mahdi” Dari Truk Kontainer Sipil

Laut Merah Memanas, Iran Pamer Rudal Jelajah Anti Kapal “Abu Mahdi” Dari Truk Kontainer Sipil

Di penghujung akhir tahun ini kondisi Laut Merah kian membara pasca Amerika Serikat membentuk koalisi 10 negara untuk melawan milisi Houthi di Yaman, yang melakukan penyerangan pada kapal dagang yang menuju ke Israel. Dan di tengah ketegangan yang meningkat, sebuah foto di media sosial X memperlihatkan rudal jelajah anti kapal Iran “Abu Mahdi” milik Iran dipasang pada platform truk kontainer dengan aroma ‘sipil’.

Penempatan peluncur rudal jelajah anti kapal dalam truk sipil bukan ini pertama kali dilakukan oleh Iran. Sebelum ini, rudal anti kapal “Noor” diluncurkan dalam truk sipil ringan 4×4. yang notabene kedunua merupakan bagian dari modus penyamaran. Untuk rudal Abu Mahdi, ditempatkan dalam platform truk kontainer 8×8. Lantaran bobot rudal yang besar, satu kontainer dapat membawa dua peluncur (twin launcher) hirdrolik rudal Abu Mahdi

Lantaran panjang kontainer jauh lebih besar dari ukuran peluncur, ada dugaan pada kontaier bagian depa terdapat kabin untuk akomodasi control and command (C2). Terkait dengan krisis di Laut Merah, ancaman serangan kepada Houthi kerap dikaitkan dengan Iran, yang secara langsung menjadi sponsor dan pemasok persenjataan ke milisi Houthi.

Di tengah aksi saling ancam pada penggunaan kekuatan militer oleh Houthi dan koalisi AS, nama rudal Abu Mahdi ikut mencuat meski belum ada bukti bahwa rudal anti kapal ini telah dimiiki oleh Houthi, pasalnya Abu Mahdi dianggap sebagai rudal anti kapal paling maju yang diproduksi Iran saat ini.

Rudal Abu Mahdi dibekali sistem pemandu yang telah didukung oleh teknologi kecerdasan buatan – artificial intelligence (AI). Menurut Kantor Berita Tasnim, rudal dengan nama Abu Mahdi telah dikirim ke Angkatan Laut Iran dan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam. Abu Mahdi disebut memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer (621 mil).

Sistem lintasan dan sistem perintah-dan-kontrol dilaporkan telah dilengkapi dengan kecerdasan buatan, yang memungkinkan Abu Mahdi untuk dengan mudah menghindari radar dan mengubah jalurnya di udara.

Rudal Abu Mahdi dilaporkan memiliki hulu ledak yang kuat dan mampu menghantam kapal perang sekelas frigat, dan kapal perusak dari berbagai arah. Dengan bantuan kecerdasan buatan, Abu Mahdi bisa terbang di ketinggian rendah dan menembus pertahanan udara musuh.

Di antara fitur yang paling signifikan dari rudal Abu-Mahdi adalah jangkauannya yang jauh. Pada jarak lebih dari 1000 km, jangkauan Abu Mahdi adalah sekitar tiga kali lipat jangkauan rudal anti kapal Iran generasi sebelumnya, seperti rudal Raad (350 km) dan rudal Qadir yang jangkauannya 300 kilometer.

Rudal Abu Mahdi yang dipandu AI memiliki sistem pelacak radar aktif dan pasif, yang membuatnya cocok untuk menghadapi peperangan elektronik. Iran mengklaim rudal ini dapat menjadi “momok” yang menghujani target tanpa terdeteksi.

Rudal tersebut dinamai Abu Mahdi al-Muhandis, yakni seorang rekan Jenderal Irak Qasem Soleimani yang tewas dalam serangan udara Amerika pada tahun 2020. Abu Mahdi diluncurkan bersamaan dengan rudal Haj-Qasem Soleimani pada 20 Agustus 2020 dan diproduksi Aerospace Industries Organization, rudal ini diluncurkan dari berbagai jenis platform, termasuk peluncur laut, darat, dan udara.

CATEGORIES
Share This