Melki BEM UI Sempat Ikut Terjun ‘Aksi Jagung’ di Depan Kantor Gibran

Melki BEM UI Sempat Ikut Terjun ‘Aksi Jagung’ di Depan Kantor Gibran

Melki BEM UI Sempat Ikut Terjun ‘Aksi Jagung’ di Depan Kantor Gibran

Pentolan BEM UI Melki Sadek Huang ikut terjun demo bersama puluhan mahasiswa dari berbagai daerah dalam aksi mimbar bebas di depan Balai Kota Solo, Senin (18/12) sore.
Dalam aksinya para peserta menggenggam jagung di tangan mereka sebagai simbol demokrasi yang masih seumur jagung.

Koordinator aksi, Raafila Anbiya menyatakan jagung tersebut sekaligus mengingatkan agar demokrasi yang masih muda harus dijaga oleh semua pihak. Sayangnya, lanjut Raafila, demokrasi di Indonesia justru semakin lemah selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Ia menyinggung keterlibatan anggota keluarga Jokowi di pemerintahan. Terutama dua putranya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Gibran maju sebagai cawapres di Pemilu 2024 mendampingi Prabowo Subianto setelah Mahkamah Konstitusi (MK) meloloskan gugatan nomor 90. Buntut putusan tersebut, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) mencopot jabatan Ketua MK dari Anwar Usman yang juga paman Gibran. Ia dinilai membiarkan adanya intervensi pihak luar di lingkungan MK.

“Kita melihat ternyata dari tahun ke tahun menuju Pemilu hari ini keluarga Jokowi ingin berkuasa. Kemarin beredar rumor Kaesang ingin jadi gubernur Jateng juga,” katanya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa sedianya mengundang Gibran untuk mendengar kritik dan aspirasi yang hendak disampaikan. Sayangnya, Gibran saat itu tidak berada di tempat. Ia sudah meninggalkan kantornya sejak siang tadi.

Raafila mengaku kecewa lantaran Gibran tidak hadir dalam mimbar bebas yang digelar mahasiswa. Padahal menurutnya, moment tersebut seharusnya dimanfaatkan Gibran untuk mendengar aspirasi kaum muda.

“Gibran ini kan mengaku sebagai calon yang mewakili Gen Z. Kita kecewa tidak ditanggapi, tidak dihadiri apa yang kita suarakan hari ini,” katanya.

Melki sementara itu mengaku ikut terjun dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas mahasiswa. “Hari ini saya hanya membersamai mimbar bebas yang diinisiasi oleh teman-teman BEM di Solo,” ujarnya.

Melki menambahkan tidak hadirnya Gibran menunjukkan tidak ada iktikad baik dari Gibran untuk berdialog.

“Maka masyarakat bisa menilai, apakah demokratis pemimpin seperti itu,” katanya.

Belakangan, usai gelaran aksi, Melki pada hari yang sama mendapat pemberitahuan telah diberhentikan sementara dari jabatan Ketua BEM UI.

“Surat penonaktifan itu saya terima dari BEM UI hari ini. Ditandatangani oleh Wakil Ketua. Tapi per hari ini saya belum mengikuti proses apapun yang berlaku, entah itu di Satgas ataupun di BEM UI. Belum ada pemanggilan-pemanggilan,” ujar Melki pada kesempatan terpisah kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/12).

Melki membantah telah melakukan dugaan pelanggaran atas kekerasan seksual seperti yang diunggah salah satu akun di media sosial X pada Senin (18/12).

Dia merasa hingga saat ini tidak pernah merasa melanggar aturan apapun, terlebih yang berkaitan dengan kekerasan seksual.

Kendati demikian, Melki menjelaskan upaya penonaktifan itu telah sesuai dengan aturan BEM UI yang berlaku.

Melki mengaku siap mengikuti proses apapun serta melakukan pembuktian apapun pada perkara ini.

CATEGORIES
TAGS
Share This