Polisi nyatakan pemeran film porno belum perlu ditahan

Polisi nyatakan pemeran film porno belum perlu ditahan

IndoPolitik.com – sementara ini kita fokus pada penyidikan penanganan perkara

Jakarta – Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan  pemeran film porno belum perlu dijalankan penangkapan meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk pemidanaan belum diperlukan selama proses penyidikan masih dilakukan," katanya ketika dikonfirmasi, Rabu.

Ade Safri juga menambahkan alasan tidak ada melakukan penangkapan terhadap para pemeran oleh sebab itu pihaknya ingin fokus di penanganan tindakan hukum tersebut.

"Sementara ini kita fokus di penyidikan penanganan perkara a quo, " ucapnya.

Sebagai catatan sebanyak 10 dari 11 dituduh yang mana memainkan film porno di area DKI Jakarta Selatan telah dilakukan diminta keterangan, pada Mulai Pekan (8/1) ada sembilan pemeran yang dimaksud memenuhi panggilan yaitu Anisa Tasya Amelia alias Meli 3GP, Virly Virginia alias VV, Putri Lestari alias Jessica, NL alias Caca Novita (CN), Zafira Sun alias ZS, Arella Bellus alias AB, MS lalu SNA alias Ici Azizah serta pemeran pria yaitu AFL.

Kemudian pada Hari Senin (15/1) ada satu dituduh pria yakni Bima Prawira alias BP, sementara itu satu dituduh perempuan bernama Fransisca Candra Novita Sari alias Siskaee belum memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak akan memanggil satu terdakwa pemeran wanita film porno yaitu Candra Novita Sari alias Siskaee pada hari terakhir pekan (19/1).

"Penyidik sudah pernah memproduksi dan juga mengirimkan surat panggilan terdakwa yang dimaksud kedua untuk dituduh S (Siskaeee) yang mana merupakan pemeran (talent) wanita untuk jadwal pemeriksaan pada Hari Jumat 19 Januari 2024 pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat pada ruang riksa subdit siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, " ucapnya pada waktu ditemui pada Polda Metro Jaya, Selasa (16/1).

Dalam persoalan hukum ini Polisi juga telah dilakukan menangkap lima orang yang mana kemudian menjadi dituduh yakni berinisial I sebagai sutradara, admin, pemilik lalu yang digunakan menguasai laman lalu produser dari film-film yang mana diunggah pada laman itu.

Sedangkan JAAS sebagai kamerawan, AIS sebagai editor film, AT sebagai sound enginering dan SE sebagai sekretaris dan juga pemeran pada Mulai Pekan (31/7/2023).

Para terdakwa dikenakan Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) lalu atau Pasal 34 ayat (1) jo Pasal 50 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan menghadapi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Berita dan juga Transaksi Elektronik serta atau Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 kemudian atau Pasal 4 ayat (2) jo Pasal 30 kemudian atau Pasal 7 jo Pasal 33 dan juga atau Pasal 8 jo Pasal 39 dan juga atau Pasal 9 jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Ancaman pidana dalam perkara ini sebagai penjara paling lama 12 tahun lalu denda paling tinggi Rp10 miliar.

CATEGORIES
TAGS
Share This