Polisi panggil penjual pelat palsu terkait kasus mobil ugal-ugalan

Polisi panggil penjual pelat palsu terkait kasus mobil ugal-ugalan

IndoPolitik.com – Jakarta –

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memanggil pihak yang dimaksud digunakan mengirimkan pelat dinas palsu kepada tersangka M (26), pengemudi yang dimaksud ugal-ugalan pada kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jalan Pluit Selatan Raya, Jakarta Utara.

 

"Minggu ini baru dipanggil, kemarin suratnya sudah dikirim," ujar Kepala Subdirektorat
(Kasubdit) 4 Kejahatan serta Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Samian saat dikonfirmasi dalam Jakarta Senin.

 

Samian menjelaskan, pemanggilan hal yang disebut dijalankan guna melakukan konfirmasi sosok penjual pelat palsu tersebut.

 

"Untuk menjamin akibat dia kan di dalam tempat 'story' pembelian ada. Melalui 'marketplace'-nya apa, dari 'marketplace' siapa kan belum tahu juga ketahuan pada situ. Dari situlah yang mana kita panggil 'marketplace' itu dulu untuk jelaskan siapa identitasnya nanti," katanya.

 

Samian menjelaskan bahwa pelat dinas tak dapat diperjualbelikan secara bebas. Karena itu, polisi akan datang melakukan pendalaman untuk membuka kemungkinan menjerat penjual pelat tersebut.

 

"Kalau aturan sebenarnya, pelat nomor itu dikeluarkan oleh instansi, tidaklah boleh sembarangan. Aturannya seperti itu," katanya.

 

Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap M (26), pengendara mobil yang tersebut digunakan ugal-ugalan juga juga berpelat dinas palsu dalam tempat Pluit, Jakarta Utara.

 

"Berbekal adanya laporan polisi dari korban. Kemudian informasi dari medsos lalu masyarakat, kurang dari 24 jam Subdit Jatanras Ditreskrimum berhasil mengungkapkan identitas pelaku lalu mengamankannya," kata Samian pada dalam Jakarta, Jumat (20/10).

 

Samian juga menjelaskan bahwa pelat mobil pelaku itu adalah pelat dinas Kemenhan dengan nomor 5727-00 dibeli dari "marketplace" seharga Rp500.000 juga bukan pelat resmi dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

 

Sebelumnya beredar video ramai dari akun Intragram @kiki.salim22 dengan Tag Line "PENGEMUDI FORTUNER PELAT POLISI ANCAM PENGENDARA LAIN PAKAI TONGKAT BESI, DIDUGA KARENA TIDAK DIBERI JALAN"

 

Setelah dilaksanakan penyelidikan, didapat info alamat korban pada hari Selasa (17/10). Kemudian penyelidik mengecek videodascam langsung dari mobil korban.
 
CATEGORIES
TAGS
Share This