Polres Pelabuhan Tanjung Priok usut temuan jenazah dalam peti kemas

Polres Pelabuhan Tanjung Priok usut temuan jenazah dalam peti kemas

IndoPolitik.com – Ibukota – Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengusut temuan jenazah wanita yang digunakan nyaris menjadi kerangka pada pada peti kemas kosong juga tidaklah digembok pada terminal bongkar-muat pelabuhan pada Ibukota Indonesia Utara itu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu I Gusti Ngurah Putu Krishna Narayana di DKI Jakarta Utara, Selasa, mengatakan, dari hasil visum, sementara diketahui bahwa jenazah yang dimaksud miliki rentang usia antara 50-55 tahun.

"Mayat dipastikan perempuan paruh baya sekitar 50 tahun, perawakan 150-160 cm, rambut ikal lalu dermis gelap," kata Ngurah di area Markas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Ibukota Indonesia Utara, Selasa malam.

Ngurah mengatakan, waktu kematian hingga pada saat ini masih terus didalami. Namun pada waktu ditemukan, jenazah mengeluarkan bau bukan sedap dan juga epidermis membiru kehitam-hitaman (lebam) sehingga diduga perkiraan usia kematian sudah ada sekitar satu bulan.

Pakaian yang dimaksud dikenakan jenazah masih lengkap kemudian secara kasat mata, menurut Ngurah, petugas tak menemukan tanda-tanda serangan kekerasan pada tubuh wanita itu.

Pihaknya bersama Tim Inafis Polda kemudian Rumah Sakit (RS) Polri sedang melakukan identifikasi sidik jari, namun hasilnya belum lengkap. "Lebih tepatnya, kami masih memproses permintaan data," ujarnya.

Jenazah ditemukan pertama kali oleh petugas muat barang berinisial MZ. MZ mencium bau dari pada peti kemas yang hendak digunakan untuk memuat keramik.

Saksi MZ kaget ketika membuka pintu peti kemas yang digunakan tak bergembok itu ternyata mayat. Dia menelepon pihak sekuriti pelabuhan (inisial T kemudian K) agar memverifikasi penemuan mayat yang disebutkan serta melapor ke pihak berwajib sekitar pukul 09.10 WIB.
​​​​​​
Di lokasi, kata Ngurah, petugas mendapati peti kemas di keadaan tertutup juga tidak ada bergembok. "Tidak dikunci gembok, beliau ditutup manual yang digunakan bisa jadi dibuka," ujar Ngurah.

Lalu regu memohonkan saksi MZ untuk membuka peti kemas itu kembali.

Di dalamnya belaka terdapat sesosok jenazah, satu "tote bag" (tas selempang) bermotif boneka, berisi pakaian dan juga sarung. Selain itu satu botol air mineral, satu kantung plastik berisi gula pasir dan juga uang lembar Rp5.000 lalu uang logam.

"Tidak ditemukan identitas sebanding sekali di area di tas," kata Ngurah.

Adapun petugas sedang berkoordinasi dengan pihak perusahaan jasa bongkar-muat barang yang dimaksud mempekerjakan saksi MZ untuk menyingkap rute pelayaran peti kemas itu.

"Peti kemas sampai Ibukota akhir Desember 2023. Kami telusuri peti kemas berlayar darimana saja," kata Ngurah.

CATEGORIES
TAGS
Share This