#
PPP Kehilangan Suara di dalam Papua Tengah dan juga Papua Pegunungan pada waktu Rekapitulasi Derajat Kecamatan

PPP Kehilangan Suara di dalam Papua Tengah dan juga Papua Pegunungan pada waktu Rekapitulasi Derajat Kecamatan

JAKARTA – Ketua Tim Kuasa Hukum DPP Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ), Erfandi mengungkapkan pihaknya banyak kehilangan pengumuman di wilayah Papua Tengah juga Papua Pegunungan , hilang di mana rekapitulasi pada tingkat Kecamatan.

Erfandi menjelaskan, pemilihan pada Papua Tengah lalu Papua Pegunungan menggunakan sistem noken. Menurutnya, pada saat proses perhitungan dalam tingkat bawah pengumuman PPP terbilang cukup besar. Namun, pada waktu proses perhitungan naik satu tingkat dalam tingkah kecamatan, justru ucapan partai berlambang Ka’bah itu turun drastis.

Dia menduga bahwa ucapan PPP telah lama dipermainkan oleh oknum-oknum tertentu untuk dipindahkan ke partai lain. “Ternyata di dalam tingkat bawah itu suaranya ke PPP saat pada rekap naik ke atas, ke tingkat Kecamatan kemudian lain sebagainya, Itu ada oknum yang mana kemudian berubah suaranya PPP itu ke partai lain itu,” kata Erfandi pada persidangan lanjutan sengketa pileg di dalam Mahkamah Konstitusi (MK) Selasa (14/5/2024).

Erfandi mengatakan, pihaknya telah dilakukan menyertakan bukti-bukti dugaan permainan oknum yang dimaksud yang mana berlangsung di dalam Papua Tengah ataupun Papua Pegunungan ke MK. Ia berharap bukti-bukti itu nanti dipertimbangkan ke di persidangan. Termasuk, di mana rapat permusyawaratan hakim (RPH) disemisal diterima masuk untuk serangkaian pembuktian dalam tahap berikutnya. Sebab, ia meyakini beberapa jumlah tokoh adat Papua di wilayah Yahokimo, Jawa Wijaya, Nduga juga wilayah-wilayah adat lainnya sejumlah memberikan pengumuman untuk PPP.

“Makanya kemudian saya berharap berbagai untuk yang tersebut mulia Majelis Hakim ke Mahkamah Konstitusi untuk benar-benar mempertimbangkan bukti-bukti yang digunakan sudah kami masukkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Yahukimo Papua Pegunungan, Okto Kambue menjelaskan, sistem noken berlaku pada wilayah Papua Tengah lalu Papua Pegunungan. Setiap sistem noken diberlakukan berdasarkan hasil mufakat sama-sama antara kepala adat, tokoh adat juga tokoh adat yang tersebut dipercaya oleh rakyat setempat.

Dirinya merupakan bagian dari para tokoh adat yang tersebut terlibat pada musyawarah mufakat tersebut. “Tetapi dalam di noken ini kan sudah ada ada pengumuman kami tetapi pernyataan kami ini kan hilang. Pada ketika rekapan pada tingkat PPD juga dalam tingkat KPU. Nah suara-suara kami ini yang dimaksud hilang, dipindahkan dan juga ini adalah oknum-oknum yang dimaksud melakukan ini. Dan ada aktor-aktor ke balik ini,” ucapnya.

“Sehingga kami minta untuk MK untuk kembalikan seluruh ucapan kami PPP, Karena ke Papua Pegunungan itu sejumlah kursi di daerah-daerah itu kan ada ada PPP itu kan punya kursi, berarti ada dukungan dari masyarakat kan buktinya. Kecuali PPP itu sejenis sekali tiada punya kursi, tak punya suara,” katanya.

Artikel ini disadur dari PPP Kehilangan Suara di Papua Tengah dan Papua Pegunungan saat Rekapitulasi Tingkat Kecamatan

CATEGORIES
TAGS
Share This