Rakernas PDIP bahas sikap politik, inisiatif kerakyatan, hingga pilkada

Rakernas PDIP bahas sikap politik, inisiatif kerakyatan, hingga pilkada

Ibukota – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI Perjuangan (PDIP) akan mendiskusikan tiga persoalan pokok, yakni sikap politik, perumusan inisiatif kerakyatan, hingga pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

“Mengenai isi materi serta sebagainya, rakernas ini nanti akan mengeksplorasi persoalan-persoalan terkait tiga persoalan pokok,” ucap Ketua Steering Committee Rakernas V PDIP Djarot Saiful Hidayat ketika konferensi pers di dalam arena Rakernas V PDIP, Jumat.

Djarot menjelaskan, sikap urusan politik yang mana akan dibahas di rakernas ini berkaitan dengan sikap secara internal maupun eksternal PDIP.

Adapun perihal perumusan kegiatan kerakyatan, kata dia, dikerjakan lantaran mengingat sumber juga akar PDIP ialah rakyat.

“Bagaimana partai mampu merumuskan program-program kerakyatan untuk dapat mengangkat harkat juga derajat pada masyarakat, pada rakyat, utamanya tani, nelayan, buruh pemuda, serta perempuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rakernas V PDIP juga menggodok strategi pemenangan pemilihan gubernur 2024 yang mana dibahas melalui tiga sub-kelompok.

“Sub-kelompok pertama akan disertai oleh DPC (Dewan Pengurus Cabang), DPD (Dewan Pengurus Daerah) yang perolehan suaranya lebih tinggi dari 20 persen,” tuturnya.

Kemudian sub-kelompok dua diisi DPC serta DPD partai yang digunakan memperoleh kursi antara 10 sampai 20 persen. Adapun, bagi DPC kemudian DPD yang perolehan suaranya pada bawah 10 persen akan masuk ke pada sub-kelompok tiga.

“Kemudian, sebelum memasuki sidang-sidang komisi, Rakernas V akan mendengarkan pandangan umum dari semua DPD. Perspektif umum ini terkait situasi kondisi, konsolidasi, kemudian evaluasi melawan pelaksanaan pemilihan raya 2024 juga arah kebijakan, usulan program-program DPD seluruh Indonesia,” imbuh dia.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah menjelaskan, Rakernas V bermetamorfosis menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja partai sejak pelaksanaan Kongres PDIP tahun 2019. Di samping itu, juga musyawarah untuk memulihkan kongres partai ke pada siklus lima tahunan.

Basarah menambahkan, rakernas ini turut merumuskan, memutuskan, lalu memantapkan sikap urusan politik PDIP, baik sikap urusan politik menyangkut kebijakan internal maupun eksternal. “Di antaranya kita akan bahas prediksi lalu proyeksi pemerintahan nasional, bangsa Tanah Air 5 tahun ke depan,” tuturnya.

Dikatakan Basarah, partisipan Rakernas V PDIP berjumlah 2.160 yang digunakan terdiri dari kader-kader partai, mulai tingkat pusat hingga pengurus cabang. Namun pada program pembukaan, PDIP juga mengundang pihak eksternal, sehingga totalnya berjumlah 4.859 orang.

“Selain kontestan rakernas, juga terdiri dari unsur-unsur undangan partai. Mereka terdiri pimpinan partai kebijakan pemerintah pendukung Ganjar-Mahfud, kemudian menteri-menteri dari PDI Perjuangan, menteri-menteri sahabat, para senior partai, tokoh-tokoh nasional, volunteer pendukung Ganjar-Mahfud, para aktivis civil society (kelompok rakyat sipil), kemudian perjuangan demokrasi, serta para cendekiawan,” urai dia.

Rakernas V PDIP mengangkat tema "Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang" dengan subtema "Kekuatan Kesatuan Rakyat, Jalan Kebenaran yang Berjaya". Rakernas berlangsung pada hari terakhir pekan (24/5) hingga Hari Minggu (26/5) dalam Beach City International Stadium Ancol, Jakarta.

Artikel ini disadur dari Rakernas PDIP bahas sikap politik, program kerakyatan, hingga pilkada

CATEGORIES
TAGS
Share This