Wamen ATR/BPN bagikan sertifikat tanah wakaf di area Indramayu

Wamen ATR/BPN bagikan sertifikat tanah wakaf di area Indramayu

IndoPolitik.com – Jakarta – Wakil Menteri Agraria serta Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni membagikan sertifikat tanah wakaf guna memberikan kepastian hukum atas tanah umat dalam Indramayu, Jawa Barat, Jumat.

Bertempat pada Masjid Nurul Hidayah, Telukagung, Indramayu, Jawa Barat, Raja Juli Antoni menyerahkan sembilan sertifikat wakaf untuk masjid serta mushola, yayasan lembaga institusi belajar hingga taman kanak-kanak.

Raja Juli menjelaskan penyerahannya dilaksanakan secara langsung oleh sebab itu sertifikasi tanah wakaf ini juga merupakan amanah Presiden Jokowi kepada Kementerian ATR/BPN supaya tanah umat mempunyai kepastian hukum. Dengan begitu, fungsi sosial tanah akan berjalan memberikan manfaat bagi umat.

“Kalau fungsi sosial tanah wakaf tidaklah berjalan sebab ada sengketa, mafia tanah, jadinya umat sendiri yang rugi. Oleh akibat itu penting sekali melakukan sertifikasi tanah,” ujar Raja Antoni.

Setelah menjelaskan pentingnya melakukan sertifikasi tanah umat, Raja Antoni mengajak apabila masih ada tanah yang dimaksud dimaksud belum bersertifikat untuk segera datang ke Kantor Pertanahan setempat. Ia menyebutkan, pihaknya akan membantu dengan sepenuh hati.

“Terima kasih atas kerja identik bapak ibu sekallan sudah mendaftarkan tanah wakafnya. Saya berharap apabila masih ada masjid, sekolah, pondok pesantren yang mana belum bersertifikat dapat segera datang ke Kantor Pertanahan terdekat,” ujarnya.

Dia juga memohonkan kepada penerima sertifikat untuk menjaga sertifikatnya dengan baik, misalnya dengan menyiapkan foto copy juga menyimpannya di dalam tempat tempat yang dimaksud digunakan aman. Apabila hilang, sanggup datang ke Kantor Pertanahan untuk diganti dengan yang digunakan dimaksud baru.

“Mohon sertifikat dijaga dengan baik, difotocopy, naudzubillah hilang, sanggup jadi datang ke kantor kami untuk diganti dengan sertifikat yang digunakan mana baru,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang tersebut hal itu sama, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Nurul Hidayah, Mahmud, yang digunakan juga menerima sertifikat atas perluasan masjidnya menceritakan bahwa masjid yang dimaksud telah lama lama berdiri sejak tahun 1917, lalu rakyat secara bergotong-royong merawat masjid itu dari masa ke masa.

“Dulu masjid ini sangat kecil, sekarang Alhamdulillah, dengan gotong-royong penduduk bisa saja sekadar punya 7.000 meter persegi, termasuk sawah untuk kesejahteraan masjid. Kami terima kasih banyak Pak Wamen berkenan menyerahkan secara langsung,” kata Mahmud.
 

CATEGORIES
TAGS
Share This